ULANG TAHUN DI TENGAH PANDEMI
Sunday, 19th April 2020
Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh sahabat syurga J
Bismillahirrahmanirrahim,
dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, dalam
kesempatan yang luar biasa kali ini Engkau masih memberikan hamba nikmat yang
luar biasa yang senantiasa membuat hamba selalu ingin terus berbagi, baik itu senyuman
maupun menulis beberapa kata dan kalimat atas syukur ini. Engkau selalu
memberikan yang terbaik dari yang baik bagi seluruh umat manusia.
Di pagi hari yang begitu sejuk, kusempatkan diri ini
untuk bergerak dan menikmati belaian udara serta sentuhan hangatnya matahari.
Kamu tahu, hari ini merupakan satu hari dimana sebelum aku dilahirkan ke alam
dunia ini. Rasa syukur tak hentinya terucap dari mulut yang kadang kala berucap
salah. Momentum yang sangat luar biasa ini akan aku habiskan dengan penuh senyuman
dan tawa disetiap detiknya, bahagia bukan main aku sekarang makin dewasa dan
harus bergerak menuju arah yang lebih baik.
Besoookkkk.....aku berumur 21 tahun, dan aku sudah bukan
lagi anak remaja yang sering digelangi rasa galau yang sakau. Usia 21 tahun
merupakan usia yang termasuk kedalam usia yang sudah mantap
untuk......menentukan pilihan. Menurutku, menjadi sosok dewasa itu tidaklah
mudah, kamu bisa bayangkan banyak makanan di meja dari berbagai menu favoritmu
dan kamu harus memilihnya hanya satu saja, hanya satu lhooo gaboleh lebih. Hmmm
dan itu sangat membuat rasa ini berkecambuk bingung dan galisah, karena
menentukan pilihan haruslah melihat beberapa aspek penting yang nantinya
membuat kemashlahatan untuk diri kita dimasa yang akan datang. Jika salah saja
dalam menentukan, takutnya kemudharatan yang menghampiri, naudzubillah.
April kali ini, di tahun 2020, merupakan dimana virus
corona atau covid-19 (Coronavirus Desease
2019) sedang membabi buta di seluruh dunia, bukan wabah lagi, tapi ini
sudah pandemi. Sedih rasanya tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan sahabat
fillah dan kawan-kawanku di hari dimana kedua orang tua ku tersenyum bahagia
atas kelahiran anak pertama mereka yang menggemaskan. Ibuuu atau yang sering ku
panggil dengan sebutan mamah rela berjuang mati-matian demi aku, demi melihat
aku tumbuh bahagia. Ayaaah atau yang sering ku panggil bapak yang bercucuran keringat
san banting tulang dipenuhi dengan peluh yang selalu senantiasa memberikan
berbagai fasilitas untuk perkembangan diriku.
Monday, 20th April 2020
Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh hari dimana aku terlahir sebagai gadis yang periang dan
cerewet hehe..
Alhamdulillah Senin pagiku sangat cerah dan bersahaja,
sangat bahagia dan melambung tinggi perasaanku. Memang terlihat agak lebay,
namun menurutku begini saja aku sudah merasa terlahir kembali. Walaupun
demikian, hati kecilku sangat sedih, karena April kali ini harus ku habiskan
dengan berdiam diri dirumah atau quarantine, karena sehubungan dengan pandemi
covid-19. Yang ingin aku lakukan adalah berbagi tawa bersama keluargaku,
sahabatku, dan tentunya orang yang aku sayangi.
Ponselku terus berbunyi dari pagi buta, girang bukan
main, aku seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan model baru oleh
orang tuanya. Ucapan demi ucapan yang indah berdatangan dari orang yang
terkasihku, aku sangat bersyukur sekali memiliki mereka. Kepedulian mereka kepadaku adalah bentuk kasih sayang Ilahi Rabbi yang nikmatnya tiada tara.
Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali seperti biasanya, menebarkan senyuman kebahagiaan yang tentunya akan membuat seseorang merasa semangat. yang lebih menggembirakan lagi, alhamdulillah, April ku kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan Al-Maghfirah dimana setiap ibadah akan Allah lipat gandakan pahalanya. Semoga dengan berkurangnya usiaku ini, lebih mampu untuk bermuhasabah dan mereflesikan diri untuk menjadi pribafi yang lebih baik lagi ☺️
Doakan Sunita tetap istiqomah ya sahabat☺️


Aamiin
BalasHapus